Rabu, 09 Agustus 2017

Gudang garam akan menjual seluruh saham anak perusahaannya yang diantaranya adalah PT Karyadibya Mahardhika dan PT Surya Mustika Nusantara seharga Rp 9 triliun (USD 677) kepada Japan Tobacco Inc.
Industri Rokok

Absolute Mild, Absolute Mild Menthol, Apache, Absolute Ruby, Minna International, Minna Barokah, Barokah Rejeki, Extreme Mild, Extreme Mild Menthol adalah beberapa produk rokok yang di produksi oleh PT Karyadibya Mahardhika, sedangkan PT Surya Mustika Nusantara adalah perusahaan yang memasarkannya.

Sekalipun rokok adalah produk yang tidak baik untuk kesehatan, banyak sekali masyarakat indonesia yang menyayangkan keputusan pihak Gudang garam tersebut. Karena akan banyak sekali efek atau dampak yang akan di rasakan masyarakat indonesia dengan adanya akuisisi oleh pihak asing ini. Berikut ini adalah kemungkinan besar yang akan terjadi apabila Japan Tobacco Inc membeli saham Gudang Garam Tbk;

1• Tenaga mesin
Japan Tobacco Inc pasti lebih memilih menggunakan tenaga mesin dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja dengan ribuan buruh yang sudah lama bekerja di Gudang Garam Tbk. Hal itu wajar di lakukan mengingat Upah buruh di indonesia cukup tinggi tanpa di sertai etos kerja para buruh itu sendiri. Sedikit kerja banyak maunya. Tiap tahun ngadain demo minta UMR dinaikkan. Gak naik mogok. Mabok. Begok.
Pabrik rokok

2• Impor Tembakau
Tau kan apa efeknya kalau Japan Tobacco Inc sampai impor tembakau untuk bahan baku rokok? Yah, Tembakau lokal akan membeludak dan para petani lokal akan kebingungan untuk menjual tembakaunya kemana.

Berikut pergerakan Saham Gudang Garam Tbk dalam lima hari terakhir
Harga saham Gudang Garam


Saham Gudang Garam


Sejarah Gudang Garam
Membahas tentang sejarah Gudang Garam tentu tidak bisa lepas dari kisah sang pendirinya, Surya Wonowidjojo atau Tjoa Jien Hwie. Dia adalah pengusaha Indonesia yang merupakan pendiri Gudang Garam, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Ia berimigrasi ke Indonesia pada waktu berumur 3 tahun bersama keluarganya.
Gudang garam tempo doeloe
Di Indonesia, mereka pertama kali menetap di Sampang, Madura. Surya sejak kecil sudah bergelut di bidang industri rokok. Ia sempat bekerja di pabrik rokok "93" milik pamannya. Ia kemudian keluar karena tidak puas. Pada usia 35 tahun, ia mendirikan perusahaannya sendiri, pabrik rokok Gudang Garam di Kediri, Jawa Timur. Konon, ilham pemberian nama Gudang Garam diperolehnya dari mimpi.

Gudang Garam didirikan oleh Surya pada tahun 1958 dan mengalami perkembangan yang sangat cepat, jumlah karyawan mencapai 500.000 orang yang menghasilkan 50 juta batang kretek setiap bulannya. Tahun 1966, Gudang Garam tercatat sebagai pabrik rokok terbesar di Indonesia. memiliki kompleks tembakau sebesar 514 are di Kediri, Jawa Timur.

Saya pribadi berharap Gudang Garam masih bertahan untuk tidak melepas saham merek ke tangan asing.


Sumber: Wikipedia.org

https://m.merdeka.com/uang/4-dampak-mencengangkan-akuisisi-gudang-garam-oleh-perusahaan-jepang/jadi-permulaan-akuisisi-industri-rokok.html

2 komentar

Kalau menurut saya, Gudang Garam jatuh ke perusahaan Jepang sih nggak apa-apa. Pasti efisien. Soal pemasok tembakau, asal tembakau kita berkualitas dengan harga yang kompetitif maka tak ada alasan untuk tidak membeli tembakau dari masyarakat lokal. Yang paling disesalkan itu perusahaan Nyonya Meneer yang tidak bisa terselamatkan.

Reply

Ada informasi kalau tembakau dari cina itu jauh lebih murah. Mungkin pemerintah harus menyiasati pajak impor

Reply